Ktitik kelakuan gen z
https://vt.tiktok.com/ZSCQdewyT/
Tanggapan dan Kritik terhadap Konten Transisi Make-up Remaja Berhijab di Media Sosial
Perkembangan media sosial membuat banyak remaja tertarik membuat konten kreatif, salah satunya video transisi make-up. Konten ini biasanya menampilkan perubahan penampilan dari wajah polos menjadi wajah yang sudah dirias. Namun, belakangan ini muncul fenomena di mana sebagian remaja yang berhijab sengaja membuat transisi dengan tetap memakai hijab, tetapi bagian leher dibiarkan terbuka untuk menampilkan hasil make-up secara lebih jelas.
Menurut saya, setiap orang memang memiliki hak untuk berkarya dan mengekspresikan kreativitasnya. Akan tetapi, bagi remaja yang memilih mengenakan hijab, sebaiknya tetap menjaga tujuan utama berhijab, yaitu menutup aurat sesuai ajaran Islam. Membiarkan leher terbuka dengan sengaja demi konten dapat menimbulkan kesan bahwa aturan berhijab tidak lagi menjadi prioritas, melainkan hanya dijadikan pelengkap penampilan.
Selain itu, konten seperti ini juga dapat memengaruhi penonton, terutama remaja lain yang masih mencari jati diri. Mereka bisa menganggap bahwa berhijab tetapi membuka leher adalah hal yang biasa karena sering melihatnya di media sosial. Padahal, seorang kreator konten secara tidak langsung menjadi panutan bagi sebagian pengikutnya.
Kritik saya adalah sebaiknya para kreator lebih memperhatikan nilai-nilai yang ingin disampaikan melalui kontennya. Jika ingin membuat konten transisi make-up, hasilnya tetap bisa menarik tanpa harus membuka bagian leher atau mengurangi kesempurnaan berhijab. Kreativitas tidak harus mengorbankan prinsip dan etika yang diyakini.
Sebagai remaja, kita perlu bijak dalam menggunakan media sosial. Konten yang diunggah seharusnya tidak hanya mengejar jumlah penonton atau popularitas, tetapi juga memberikan contoh yang baik dan tidak mengundang kesalahpahaman. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi tempat untuk berkarya sekaligus menyebarkan nilai-nilai positif kepada masyarakat.

Komentar
Posting Komentar